Rabu, 25 Desember 2013

Jadilah Setetes Madu

-Jadilah setetes madu-

abad 21 dikenal sebagai abad kemajuan peradaban manusia. sekarang bisa dengan mudah ditemukan mobil, motor, pesawat, kapal dan berbagai aplikasi iptek lain yang diharapkan mampu menjawab problematika manusia saat ini. namun, sayangnya di zaman ini, keberadaan 'manusia penggenggam madu' sudah tidak lagi mudah ditemukan semudah menemukan handphone di pasaran.

siapakah 'manusia penggenggam madu' tersebut?

siapakah manusia penggenggam madu tersebut?

mungkin sedikit dari cerita ini akan mampu menjawabnya.

Tersebutlah pada zaman dahulu kala, di suatu tempat dekat fakultas teknik universitas gadjah mada berdirilah sebuah kerajaan kecil yang berkecukupan baik dari segi ekonomi, teknologi maupun budaya. kerajaan tersebut diberi nama, kerajaan Pogung.

dengan daerah kekuasaan yang tidak begitu luas. membuat sang raja yang bernama Amri tidak begitu kesulitan untuk mengatur dan mengayomi rakyatnya. hingga pada suatu hari, kerajaan tetangga yang bernama kerajaan Gandok diserang oleh sebuah penyakit yang hanya mampu disembuhkan dengan air madu.

jalinan persaudaraan antara kerajaan pogung dan kerajaan gandok memang begitu kuat. Akhirnya Amri memutuskan untuk mengumpulkan madu dari rakyat-rakyatnya. setiap orang harus menyumbangkan madu yang mereka punya sebanyak 1 gelas dan diituangkan ke dalam sebuah kuali besar tertutup yang mampu menampung seluruh madu yang akan disumbangkan kerajaan Gandok tersebut.

teknologi yang mereka terapkan untuk mengumpulkan madu cukup unik. setiap rumah di fasilitasi dengan suatu pipa yang terhubung ke dalam kuali utama. jadi, rakyat tidak perlu susah-susah untuk mengumpulkannya. cukup tuangkan segelas madu yang mereka sumbangkan dan dengan sendirinya akan mengalir ke kuali utama.

pada saat itu, tersebutlah seorang anak muda yang bernama Ihrom. sebelum ia benar-benar menuangkan madunya ke dalam pipa, ia sempat berfikir. 'Bagaimana kalau aku ganti madu ini dengan air putih saja, toh tidak ada yang tahu dan tidak apalah kalau aku memberi air dikala yang lain memberi madu. tidak akan begitu jelas nampak bedanya'. akhirnya, Ihrom pun menuangkan segelas air putih tadi.

hari pemberian sumbangan pun tiba, sebelum benar-benar diserahkan kepada rakyat Gandok, sang raja menyempatkan diri untuk mengecek seberapa banyak madu yang terkumpul.

Raja tercengang bukan kepalang, bukan karena kagum madu yang terkumpul sangat banyak. tapi.....

semuanya berisi dengan air putih. tidak ada setetespun madu yang ada di dalamnya.

ternyata, yang berpikir seperti Ihrom tidak hanya Ihrom seorang, melainkan seluruh rakyat Pogung berpikir hal yang sama. sehingga yang terkumpul bukanlah kuali penuh dengan madu, karena tiap-tiap rakyat semuanya menuangkan segelas air putih, -bukan segelas, bahkan setetes madu.

.end

so?
siapa kah yang disebut sebagai manusia penggenggam madu?
yaitu mereka yang tetap berbuat baik dan segera menyegerakannya. mereka yang berusaha memberikan kebaikan meskipun dikala orang lain tidak melakukannya.

untukmu, untukku, dan untuk kita semua.
maukah kita jadi manusia penggenggam madu? 







2 komentar:

  1. 10 mg madu = setetes madu tak ada gunanya :D
    http://antaralangit.blogspot.com

    BalasHapus