Rabu, 25 Desember 2013

ENDING



Kalian pernah menonton film? Bagian mana yang paling Anda sukai,? Sebagian dari kita tentu akan menjawab endingnya.



Kalian pernah menonton the Avenger? Bagaimana kalau kalian tahu dengan jelas bahwa hulk akan bekerja sama dengan pahlawan super yang lain di bagian akhirnya? Apakah nontonnya masih seseru kalian ketika belum tahu endingnya? Mungkin tidak.


Kalian pernah nonton kungfu panda? Bagaimana kalau kalian tahu dengan jelas bahwa dragon scroll ternyata hanya gulungan kaca dan tai-lung kalah dengan po dengan jurus kuncian jari wu xi bahkan sebelum kalian menonton filmnya,? Apakah nontonnya masih seseru kalian ketika belum tahu endingnya? Mungkin tidak.


Kalian pernah nonton you are the apple of my eye? Bagaimana kalau kalian tahu dengan jelas bahwa shen chia yi ternyata menikah bukan dengan ‘masa remajanya’ ko ching teng? Mungkin tidak akan segreget lagi ketika bukan kita sendiri yang menontonnya dan tahu jalan ceritanya sendiri tanpa diberi tahu orang lain.


Kalian pernah membaca novel yang kalian sudah lebih dulu menonton filmnya dengan cerita yang sama dan judul yang sama? Bagaimanakah rasanya? Apakah berkesan? Mungkin tidak.


Kalian pernah menonton sepak bola dimana santi cazorla menjadi pemain di dalamnya? Bagaimana jika kalian sudah tahu hasil pertandiangannya, siapa yang bakal menang, siapa yang bakal menjebol gawang, bahkan sebelum pertandingan itu diselenggarakan? Apakah kalian akan menikmati sensasi menontonnya? Mungkin tidak.


Oh Bunda, hidup ini ternyata terasa lebih berkesan dengan kita tidak tahu hasil akhirnya sebuah cerita.


Bila kita sudah tahu akhirnya, perasaan berkesan itu akan berkurang, bahkan bisa jadi hanya ada rasa hambar.


Begitulah hidup, kita hanya perlu ‘mengikuti’ jalan cerita, jalan pertandingan dan jalan kehidupan.


Kita tidak perlu risau akan seperti apa ending dari ‘film’ kita. Serahkan lah pada Maha Pembuat Skenario yang terbaik yang dapat menyusun cerita lebih indah daripada novel yang kalian baca di samping jendela, lebih berwarna daripada menonton film dalam layar kaca, dan jauh lebih mendebarkan dari menonton pertandiangan sepak bola di tengah malam.


Kita hanya perlu percaya dan berusaha semaksimal mungkin.


Jika hidup kita belum berakhir bahagia, itu berarti belum ending cerita kita. hanya saja ‘aktor’ yang ada di dalamnya sering kali mengakhiri peran mereka dikala dihadiahi segment sedih, sulit dan bencana. Mereka menyerah, putus asa, dan segala perasaan negatif lainnya kepada Sang Sutradara. Sehingga mereka sendiri lupa untuk terus melanjutkan peran yang ia mainkan sampai meraih sebuah cerita happy ending yang begitu mengharukan.


We just need to trust, ‘Allah always give us the best scenario’ 



NB: kan nggak lucu kalau kita tahu jodoh pendamping kita pas waktu rambut masih dikepang dua 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar