INGAT TUJUAN
"makasih pak....."
seru kedua kakak adik ini kepada supir yang berkenan menyedekahkan bangku depan mobilnya untuk di duduki mereka yang berniat berjumpa dengan sanak di rumah. waktu masih menunjukan pukul 2 malam, sedangkan jadwal keberangkatan kereta mereka pukul 10 pagi ini.
karena ngantuk yang tidak ketulungan, Ihrom memutuskan adiknya Maula untuk menginap sebuah hotel di dekat stasiun.
pintu kamar langsung dibuka, tanpa pikir panjang mereka langsung merebahkan kedua badan mereka di atas kasur yang begi mereka seperti kasur surga.
rasanya baru sebentar saja si Ihrom terlelap,
'kak, bangun kak, sholat subuh dulu yuk' ajak si adik. dengan berjalan sambil memejamkan mata, si Ihrom terpogoh-pogoh menuju kamar mandi. cuci tangan, ambil air wudhu. kemudian mereka sholat jamaah dengan khusyuk...
duh senengnya punya keluarga seperti itu..... semoga kelak keluargaku bisa seharmonis itu.... aamiin
entah karena kecapean yang mendera si Ihrom, salam kanan-salam kira, berdoa... ia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sajadah. melihat kelakuan kakaknya yang memang nampak amat kecapean setelah perjalanan panjang itu, si Maula hanya tersenyum manis.
.......
angin semilir, bunyi kicauan burung yang bersaut-sautan seolah mengisyaratkan kepada si pemilik kamar untuk segera bangun dari tidur indahnya. kalendar nampak mencoba untuk mengingatkan bahwa sekarang tanggal 7 agustus 2013.
'ting ting ting ting ting ting ting ting' bunyi sebuah jam kuno yang jika dihitung dari bunyi ting nya, menunjukan bahwa sekarang pukul 8 pagi.
spontan, si Ihrom langsung melompat dari tempat tidurnya, aksennya yang sangat sigap dan cepat mungkin bisa mengalahkan seorang kungfu master yang sering nongol di televisi-televisi asia, namun sayang, tidak ada yang membawa kamera untuk merekam reflek menawan tersebut, barangkali saja jika diupload di youtube, ratingnya bisa mengalahkan video girls new generation, siapalah itu artis yang jadi beken gara-gara narsisnya dulu-dulu
setelah semua dipersiapkan, "pakaian? oke. bekal? oke. eh ini kan bulan puasa, jadi dia keluarin kembali bekal yang tadinya sudah berada di dalam ransel. uang? oke. dan yang terakhir, rambut? aahhh, lupa sisiran. nahhhh, ini baru oke." nampak gaya rambut yang lebih mirip dengan rambut ayam.
Ihrom tiba di stasiun pukul sembilan, yah ada waktu 1 jam lagi buat menunggu. karena bosan bila hanya duduk-duduk saja, ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di sekitar stasiun sembari melepas penat.
tengok kana-tengok kiri-lirik sana-lirik sini. kayak apa? kalian sendiri yang bisa menjawabnya, heheh. ada satu tulisan yang menawan pandangannya, mencuri perhatiannya dan kayaknya tidak bakal merampok isi dompetnya.
"DISKON 99%, ALL ITEM. wuihhhh, aja gile. diskonnya tidak main-main. kita hanya perlu membayar 1% dari harga untuk memboyong barang yang ada.' mulailah perhitungan ekonomi sederhana.
dalam teori ekonomi, seseorang cenderung membeli sesuatu karena banyak hal, dan salah satunya karena perasaan 'mumpung murah'. padahal orang-orang tidak merasa membutuhkannya sekarang.
benar tidaknya teori ini, tanyakan pada pikiran kalian masing-masing, terutama kaum perempuan.
tidak mau kalah dengan perempuan, demi memperjuangkan emansipasi, si Ihrom ikut-ikutan masuk ke dalam memperebutkan gelar kemurahannya.
pilih sana-pilih sini, pegang yang ini, angkat yang itu, bolak-balik, dicoba, dilempar. itulah aktifitas yang kini nampak dalam toko yang tidak besar si ukurannya, hanya 3 hektar.
setelah berhasil mendapat barang yang 'wow' dan membayar di kasir. Ihrom merasa puas bukan kepalang. "men, baju kayak gini murah banget men, wow beruntung banget ni gue'.
taara... ia menengok ke arah jam tangan keren yang baru dibeli tadi, '12.00'. seketika, paras mukanya pucat. kereta berangkat jam 10 dan sekarang sudah jam 12. si Ihrom ketinggalan kereta.!
barang-barang yang dibeli tadi, tidak mampu mengobati sesak di dadanya sekarang. baju dan jam yang tadinya di kagum-kagumi hanya nampak menjadi duri yang menggagalkan perjalanan pulang kampungnya.
sudah tidak ada tiket kereta lagi, persediaan tiket sudah habis bahkan untuk idul fitri tahun depan.
'Ohhh ya, Maula dimana?' otaknya tersadar akan ketidakhadiran adiknya sejak dari tadi.
........
angin semilir, bunyi kicauan burung yang bersaut-sautan seolah mengisyaratkan kepada si pemilik kamar untuk segera bangun dari tidur indahnya. kalendar nampak mencoba untuk mengingatkan bahwa sekarang tanggal 7 agustus 2013.
'ting ting ting ting ting ting ting ting' bunyi sebuah jam kuno yang jika dihitung dari bunyi ting nya, menunjukan bahwa sekarang pukul 8 pagi. dan nampak si Maula yang sejak dari tadi memandangi kakaknya yang tertidur pulas.
'ayoooo dek, kita harus cepat. kita tidak mau ketinggalan kereta. dan ingat, kita tidak usah masih toko diskon 99%'
si adik hanya menggaruk-garuk kepala karena heran dengan kelakuan kakanya, Ihrom.
.end
coba kita kembali lagi ke cerita atas, si Ihrom tadi ke stasiun buat apa?
yupppp, buat perjalanan ke kampung halamannya,
terus apa yang dilakukan Ihrom ketika di stasiun?
ia membeli baju dengan harga murah
apakah ia akhirnya berhasil pulang setelah berbelanja tadi?
itulah kawan, tidak hanya Ihrom, aku, kamu dan kita semua kadang sering terlena akan sesuatu hal sehingga kita melupakan suatu hal yang amat penting yang jadi tujuan kita.
'berbelanja'-dikasih tanda kutip karena maksud dari kata itu bukan menunjukan pekerjaan bertukar uang dengan barang, tapi lebih ke kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan kita-memang boleh, asalkan kita masih tetap ingat dan tidak menyimpang terlalu jauh dari arah yang akan kita tuju.
dalam cerita ini, si Ihrom sendirian. coba kalau kita sisipkan satu atau dua tokoh lagi untuk mendampinginya di stasiun, pasti mereka akan mengikatkan 'jadwal keberangkatan kita'. mungkin mereka akan berkata, 'eh yuk udah bro, keretanya sudah mau berangkat lho' atau dengan sebuah tindakan yang mereka sendiri mempunyai cara masing-masing untuk mengingatkan kita.
itulah guna sahabat, bestfriend . bukan girlfriend atau boyfriend
jika terasa jalan ini tidak ada arah.
tanyakan kembali kepada hati kita.
untuk apakah aku kesini?
mau kemanakah aku selanjutnya?
untuk apakah aku berada di kota perantauan ini, jauh dari orang tua ini?
so, yuk kita saling mengingatkan tujuan kita disini yuk.... oke?
I_AM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar