Sudah H-3 atau min berapa lah terserah, kita mah ngikut para ulama saja. oh ya, liburan sudah dekat ni, sudah pada 'nyandang' (sebuah tradisi tahunan dengan membeli baju baru yang nantinya dikenakan pas hari raya). nyandang adalah bahasa jawa, mungkin dari bahasa-bahasa lain akan berbeda lagi sebutannya.
untuk itu, akan sedikit bercerita tentang perjalanan si Ihrom yang masih berlanjut. sesi kali ini kita akan berfokus yang namanya, 'Baju Baru'BAJU BARU
rencana mudik yang dulu gagal dengan menaiki keledai (karena terlalu mendengar komentar orang) sekarang disusun kembali. dengan uang yang masih tersisa sekitar 4M. rencana pulang pun disusun dengan lebih matang. Si Ihrom dan Maula berencana pulang kampung dengan menggunakan kereta api.
tiket telah dipesan, 7 agustus jam lah yang tertera di balik karcis, menunjukan waktu keberangkatan mereka besok.
jarak yang begitu jauh dari tempat mereka tinggal sekarang - baca kampung terpencil-pencilnya. mengharuskan kedua kakak adik ini berjalan sore ini untuk tiba di stasiun. dengan menumpang mobil sayur yang kebetulan singgah di desa mereka. akhirnya perjalanan ke kota pun di mulai.
supir, Ihrom dan Maula persis duduk di bangku depan. kadang karena merasa sudah diberi bantuan yang banyak dari si supir, si Ihrom menawari untuk bergantian menyetir, tapi. bukan supir sejati namanya kalau baru sebentar saja sudah loyo.
"nanti kalau saya merasa capek, saya akan bilang mas' kata lembut nan bijaksana yang bahkan mungkin mengalahkan suara putra mahkota
'Lihat kak, itu disana' Maula menunjuk banyak anak-anak yang keluar dari lapak baju musiman edisi spesial lebaran.
melihat fenomena itu, Ihrom teringat dengan masa kecil dulu di kampungnya.
akhirnya, cerita mengenang hari imut-imut itu pun dimulai sembari untuk memangkas rasa bosan di perjalanan.
hari itu, hari hari dimana Ihrom merasakan beban hidup. anak kecil ini bersiap-siap berburu pakaian baru. kacamata hitam layaknya orang tunanetra dipersiapkan. karena di rasa ibunya masih sibuk, dan pastinya terlalu lama bagi seorang anak kecil untuk menunggu waktu senja tiba. Ihrom memutuskan untuk mencara 'harta karunnya' sendiri.
setibanya di pasar, ilmu pilah-pilih langsung diaplikasikan. dan ternyata benar, bakat pilah-pilih dari pamannya juga mengalir dalam darahnya. akhirnya setelah berabad-abad, baju gamis dengan warna merah tua di pilihnya.
tak sabar, ia menunjukan hasil perburuannya kepada ibunya. baju barunya pun di ambil.
'taaara.....'
semua orang kaget melihat apa yang ada di tangan mungil itu. bukan ekspresi itu yang Ihrom harapkan, kemudian ia pun memandang sendiri apa yang mereka kagetkan.
'uwwwwwaaaa, kok warnanya jadi berubah, ibu tidak adek belinya bukan warna ini bu, huuuuuuu ,' kacamata hitam itu masih ada, menempel di balik jidat yang sekarang berwarna merah.
'apakah warna ini yang kau lihat tadi sayang' ibunya memasangkan kembali kacamata ke depan matanya.
'iyaaaa'
pasang kacamata, lepas, pasang, lepas, dan memang warnanya nampak merah ketika mengenakan penutup mata berwana hitam itu.
dan semua orang tertawa
akhirnya, ia mengenakannya di waktu hari raya tiba, sempat ada perasaan resah bila nantinya diejek oleh teman-teman karena warna pakaiannya yang begitu menggoda.
dugaannya benar, teman-teman mengejeknya ketika pertama kali melihatnya. tapi, anak-anak tetaplah anak-anak. meski di ejek, mereka tetap bertawa ria '
sorenya, Ihrom memakainya lagi. tak ada komentar,
besoknya, ia memakainya lagi malah teman-teman dulu yang mengejeknya, justru menyanjungnya. 'ternyata, warna itu bagus juga ya, ayo kita beli yuk'
'peeep peeep peeeep' suara klakson mengaburkan ingatan Ihrom yang memandang adiknya dengan senyuman merekah, si sopir masih berfokus pada kendaraan yang dikemudikannya, takut menabrak sesuatu yang seharusnya tidak di tabrak.
jalanan macet!
.end
jangan pernah membeli baju dengan memakai kaca mata hitam. karena yang sebenarnya tidak sama seperti yang dilihat dari kacamata.
hey... bukan itu pesannya, tapi ada benarnya juga si ya, hehehe
sering dari kita merasa resah untuk melakukan sesuatu, sesuatu yang benar, sesuatu yang berbeda, tak lazim dari kebanyakan. inovasi dan kreatifitas dari buah hasil pemikiran kita. tapi kita mengurungkan untuk melakukakannya karena satu hal.
orang-orang pasti akan mengejekku
kawan, yang kita takutkan atau kita resahkan belum tentu terwujud. toh, jika mereka benar-benar mengejek, menyindir, berkomentar pedas, atau segala sesuatu yang 'hot hot' keluar dari bibir mereka. percayalah...
semuanya tidak akan selamanya, tidak akan selamanya mereka berkomentar,
sama seperti baju baru. orang-orang hanya akan berkomentar satu atau dua hari.
setelah itu....... mereka akan terbiasa
ini hanya soal baju, bayangkan kalau persoalannya lebih mempengaruhi hidup kita.
pernikahan mungkin
persahabatan
pekerjaan
orang tua
dan banyak persoalah lain yang begitu amat penting bagi hidup kita.
so, karena komentar hanya akan bertahan sebentar saja, kita tidak perlu terlalu memikirkan sampai tidak jadi melakukan apa yang kita inginkan bukan?
I_AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar