Berenang
selamat hari lebaran
minal aidin wal faizin
mari bersalam-salaman
mari bermaaf-maafan
lantunan lirik lagu yang terus terngiang dalam pikiran Ihrom di hari-hari dengan nuansa lebaran ini, tepat setelah sekitar 4 hari berada di kampung halaman, angga, ipung, dan pilus mengajak si Ihrom untuk berenang di kolam pemandian di dekat rumahnya.
Dengan ambisi meninggikan tinggi badan, Ihrom pun langsung mengiyakan ajakan mereka. canda tawa, cerita ini, cerita itu, banyak sekali mereka menceritakan kenangan masa dulu yang terasa begitu indah sekarang.
sinar matahari menerobos melewati hingga tampak paduan warna yang karena ketidakteraturannya membuat takjub mata yang mengamatinya. satu dua pakaian mulai mereka tanggalkan, namun tidak dengan Ihrom.
"ayo sini Rom, cepetan nyemplung, airnya segar banget lho...." seru kedua kawan lamanya itu sambil menarik-narik tangan. reaksi yang terasa gimana-gimana gitu semakin membuat keduanya menjadi-jadi dalam misi penggodaan itu.
"sudah, jangan kau tarik. aku bisa sendiri."
"pyur", bunyi air yang terurai dengan perlahan, Ihrom tidak melompat. ia hanya berani menceburkan diri sambil pegangan sebuah besi di pinggiran kolam.
tak tahan melihat si Ihrom yang hanya di pinggiran, teman-temannya pun akhirnya mengajari bagaimana berenang yang baik dan benar
dan...... ye, Ihrom pun menguasainya... Ia bahkan menguasai teknik baru, renang gaya batu
karena di rasa sudah cukup mahir, Ipung dan angga berusaha melemparkan Ihrom ketengah...
byuuuuur......... terdengar suara yang jauh lebih keras di banding suara pertama tadi... rasa tidak siap, membuat Ihrom gelagapan di tengah. ia panik, dan itu justru menambah ke dalamannya dalam ketenggelaman.
"Ihrom, tenang.... kau hanya perlu tenang"
dalam kepungan air itu, ia berusaha menenangkan dirinya. dan yup, seperti hukum archimedes, Ihrom pun mengambang dengan sendirinya.
dengan perlahan-lahan, ia berenang meraih tepian kolam.
"huh huh huh huh" ngos-ngosan di buatnya.
mendengar suara yang amat "merdu", ketiganya justru ketawa riang.
"huhahha huhaaahha huhhaaha"
.end
seorang ahli perenang pernah berkata bahwa, kebanyakan mereka yang tenggelam di kolam pemandian, sebenarnya bukan karena mereka tidak bisa berenang, tapi karena kepanikan mereka sendirilah yang membuat mereka tenggelam.
sahabatku,
pernah kita merasa bahwa masalah yang kita hadapi begitu besar sampai-sampai kita merasa tidak bisa menghadapinya.
tapi, cobalah kita pikirkan lagi?
Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita, itu sudah janji-Nya.
lalu mengapa masalah itu terasa beratnya bukan main?
seperti Ihrom renang tadi, masalah kita sebenarnya bukan pada masalah yang ada. tapi pada reaksi yang kita berikan pada masalah tersebut.
ketika kita berenang, tenang. maka akan dengan sendirinya tubuh kita akan terasa lebih renang (mengambang-terangkat oleh gaya hidrostatis). begitu pula dengan masalah di dunia ini, ketika kita tenang, maka jawabannya akan terlihat jelas. namun, ketika kita dilumuri dengan kepanikan, ketakutan, kecemasan, dan ketidakoptimisan dalam menghadapinya, kita hanya akan "tenggelam"
bahkan air pun mengajari kita,
kau aduk-aduk airnya, tidak ada apapun yang bisa diamati,
kau tenangkan airnya, maka kau akan lihat ada makhluk yang Allah berikan beragam kemampuan yang sebagian dari kita tidak menyadarinya.
so, ayok kita berpikiran jernih, oke?
I_AMBere

Tidak ada komentar:
Posting Komentar