Rumah ini akan direnovasi.
Diperbaiki isinya dan diperbaharui.
Bukan menghilangkan, hanya agar satu rumah menjadi tersegmentasi.
Senin, 23 November 2015
Minggu, 01 Juni 2014
Sebuah Rahasia
Psssttt... Sini sini, aku mau ngasih kau sesuatu, ini rahasia kita berdua ya, jangan sampai ada orang lain tahu, karena rahasia ini rahasia ampuh kawan.
Siniin telingamu, aku takut ada orang lewat yang dengar dan ini bukan rahasia lagi nantinya kalau banyak orang yang tahu... ini spesial untukmu, kawan terbaikku..
Rahasianya adalah...
Penentu keberhasilan bukanlah usaha tapi Doa.
Hah? Kau tidak percaya? Kenapa? Hah? Tidak masuk akal? Tidak ada logikanya kalau doa penentu keberhasilan? Jadi menurutmu keberhasilan itu kuncinya adalah usaha?
Waduduh, mengapa harus sesuai logika dulu baru kau bisa percya kawan? Kau tidak percaya kekuatan doa karena itu diluar logika?
Eh jangan jauhin telingamu dulu, siniin lagi lah, aku pingin ngomong sedikit saja, kau butuh logika kan?
Mukamu jangan kelihatan bingung gitu dong aku jadi bingung juga mau bisik-bisiknya, nanti dikira orang yang bukan-bukan.
Menurutmu mengapa orang itu sukses? Apa karena usaha yang mereka lakukan? Jawabannya tidak!
Tidak sama sekali, kita pikir berapa besar usaha kita untuk bisa jadi diri kita yang sekarang ini? Aku pikir itu masih sangat kecil lhoo, menurutmu itu sebanding? Kau layak mendapatkan seperti itu dengan usahamu yang Cuma segitu?
Kau tahu bro sebenarnya apa yang menjadikanmu sekarang ini? Itu karena doa kawan.
Duhh, kau kok malah mengernyitkan dahimu itu, aku belum selesai ni, rahasia ini spesial masalahnya, aku ingin cuma kau yang tahu.
Iya, karena doa.
Engkau mungkin tidak akan pernah tahu ada orang yang selalu menangis di setiap malam mendoakanmu, bagaimana pula kau tahu, di saat itu kau masih tertidur pulas. Orang itu adalah orang tuamu.
Engkau juga mungkin tidak tahu kalau teman-teman dan orang di sekitarmu ikut juga mendoakanmu dalam canda dan tawa mereka, dalam ngakak mereka.
Oleh karena itu kawan, Tuhan memberikan kesuksesan bukan karena usahamu, tapi karena doa yang ditujukan untukmu. Doa itu yang utama, usaha hanya pelengkap saja.
Tuhan menganjurkanmu berusaha dan mengusahakan sesuatu hanya agar kesuksesan itu menjadimasuk akal dan logis untuk kau dapatkan.
Bukankah kau lebih suka sesuatu yang logis? Allah sungguh tahu apa yang kau suka. Makanya dia menyuruhmu melogiskan apa yang kau minta.
Ketika ada orang yang minta jadi pandai tapi nggak mau belajar, nanti jika Allah ngasih kepandaian itu jadi tidak masuk akal kan buatmu? Allah sangat mengerti kamu kawan
.
Untuk itu kawan, mereka yang percaya akan kekuatan doa akan selalu berbuat kebaikan, sekecil apapun itu, karena dengan berbuat baik maka akan semakin banyak manusia mendoakanmu.
Dan engkau jangan pernah khawatir kawan, jika kau berbuat baik dan tidak ada seorang pun yang melihat kebaikanmu itu, tenang saja, masih banyak malaikat yang peduli dan melihatmu, dan mereka akan mendoakanmu untuk kebaikanmu pula.
Eh sudah dulu ya, aku dipanggil temenku tuh mau di ajak beli sepatu. Oh ya lupa, ini kertas buatmu...
.....
Dan kertas itu pun di buka oleh laki-laki yang sejak dari tadi mendengarkan.
PERBANYAKLAH DOAMU DAN KEBAIKANMU KARENA ITU PENENTU KESUKSESANMU, TAPI JANGAN LUPAKAN USAHA MAKSIMALMU UNTUK MEMBUAT KESUKSESAN YANG KAU DAPAT NANTINYA MENJADI SESUATU YANG LOGIS.
-bincang-bincang di akhir perkuliahan termodinamika
Rabu, 16 April 2014
Sudut Pandang
Disuatu suatu sore yang cerah, ditemani siluet mentari dengan warna
kemerah-merahan. Ihrom memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri pantai impian
yang berjarak kurang lebih 20km dari tempat tinggalnya.
Kicauan burung camar yang saling bersaut-sautan dan juga deburan ombak yang
gulungannya saling susul menyusul bak seorang anak kecil yang mengejar kawan
‘jahat’ yang tega menjahilinya. Membuat Ihrom terbenam dalam perasaan takjub
hingga ia melupakan apa yang dari tadi mengganggu dan berdendang merdu dalam
perutnya. Rasa Lapar
Langkah demi langkah ia gerakan ditepian pantai.
Sebuah kilatan cahaya sedikit menusuk pandangannya. Semakin ia dekati, maka
semain tajam tikuman dari kilau itu. Dibuka dan disingkirkan batu batu kerikil
yang menghalanginya. Sebuah Permata. Pemata seukuran kelereng yang biasa ia mainkan di kala kecil dulu.
Tinggal Geser Bangkunya
‘Lana sayang, kau masih ingat
cerita Ihrom dan permata itu? Maukah kau ku ceritakan dongeng lanjutan
kemarin?’
Tanpa
dimintapun si Lana mengangguk mantap. Sebenarnya pertanyaan si kakek juga tidak
membutuhkan jawaban. Bagaimana Lana akan
lupa kalau cerita Ihrom saja baru kemarin ia dengar dari kakeknya. Dan mengenai
maukah si Lana mendongengkan cerita selanjutnya tidak perlu ditanya lagi. ia
pasti berminat dan langsung duduk manis sambil memasang wajah penasaran. Agak
gemas memang, gadis sekecil sudah ingin mengetahui banyak hal.
‘Kakek
hari ini mau cerita apa kek?’ tampak wajah tenang dari si kakek membuat Lana yakin
bahwa si kakek sudah menyiapkan segalanya. Namun apa yang dikatakan si kakek?
Tak disangka, Ia justru menanyakan Lana ingin mendengar cerita tentang apa.
Wow, apakah memang si kakek bisa mengarang cerita
sehebat itu?
Sabtu, 15 Maret 2014
Rusa Bertanduk
Kalian pernah lihat rusa? Dimana? Bagaimana
pendapat kalian tentang mereka. Nah, cerita kali ini akan mengisahkan tentang darimana tanduk si rusa berasal.
Di suatu hutan di pedalaman Kalimantan Barat hidup berbagai populasi hewan yang saling berjalan selaras dengan alam. Terdapat kumpulan kerbau dengan burung jalak yang menempel di pundaknya. Burung-burung nan penuh warna menari-nari di udara membentuk formasi yang tidak kalah dengan indahnya pelangi. Tupai dan bajing terus menerus lompat dari dahan satu ke dahan lainnya guna mencari makan. Dan masih banyak lagi, tak terkecuali dengan segerombolan rusa.
Langganan:
Postingan (Atom)


