Sabtu, 05 Desember 2015

Al-Hikmah

4 Desember 2015
11.43

Al-Hikmah, Sumberan, Jalan Damai - Ngaglik - Sleman
Jumatan
Pulangnya dihadiahi hujan gerimis :)



Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
Tentang berita yang besar,
yang mereka perselisihkan tentang ini.
Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,
. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
dan gunung-gunung sebagai pasak?,
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,
#1

dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),
dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
dan kebun-kebun yang lebat?
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,
yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
#2

Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
selain air yang mendidih dan nanah,
sebagai pambalasan yang setimpal.
Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,
dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.
Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.
#3

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
 (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.
Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".
#4



Senin, 23 November 2015

Rumah Renovasi

Rumah ini akan direnovasi.

Diperbaiki isinya dan diperbaharui.

Bukan menghilangkan, hanya agar satu rumah menjadi tersegmentasi.

Minggu, 01 Juni 2014

Sebuah Rahasia


Psssttt... Sini sini, aku mau ngasih kau sesuatu, ini rahasia kita berdua ya, jangan sampai ada orang lain tahu, karena rahasia ini rahasia ampuh kawan.

Siniin telingamu, aku takut ada orang lewat yang dengar dan ini bukan rahasia lagi nantinya kalau banyak orang yang tahu... ini spesial untukmu, kawan terbaikku..

Rahasianya adalah...
Penentu keberhasilan bukanlah usaha tapi Doa.

Hah? Kau tidak percaya? Kenapa? Hah? Tidak masuk akal? Tidak ada logikanya kalau doa penentu keberhasilan? Jadi menurutmu keberhasilan itu kuncinya adalah usaha?

Waduduh, mengapa harus sesuai logika dulu baru kau bisa percya kawan? Kau tidak percaya kekuatan doa karena itu diluar logika?

Eh jangan jauhin telingamu dulu, siniin lagi lah, aku pingin ngomong sedikit saja, kau butuh logika kan?
Mukamu jangan kelihatan bingung gitu dong aku jadi bingung juga mau bisik-bisiknya, nanti dikira orang yang bukan-bukan.

Menurutmu mengapa orang itu sukses? Apa karena usaha yang mereka lakukan? Jawabannya tidak!
Tidak sama sekali, kita pikir berapa besar usaha kita untuk bisa jadi diri kita yang sekarang ini? Aku pikir itu masih sangat kecil lhoo, menurutmu itu sebanding? Kau layak mendapatkan seperti itu dengan usahamu yang Cuma segitu?

Kau tahu bro sebenarnya apa  yang menjadikanmu sekarang ini? Itu karena doa kawan.
Duhh, kau kok malah mengernyitkan dahimu itu, aku belum selesai ni, rahasia ini spesial masalahnya, aku ingin cuma kau yang tahu.

Iya, karena doa.

Engkau mungkin tidak akan pernah tahu ada orang yang selalu menangis di setiap malam mendoakanmu, bagaimana pula kau tahu, di saat itu kau masih tertidur pulas. Orang itu adalah orang tuamu.

Engkau juga mungkin tidak tahu kalau teman-teman dan orang di sekitarmu ikut juga mendoakanmu dalam canda dan tawa mereka, dalam ngakak mereka.

Oleh karena itu kawan, Tuhan memberikan kesuksesan bukan karena usahamu, tapi karena doa yang ditujukan untukmu. Doa  itu yang utama, usaha hanya pelengkap saja.

Tuhan menganjurkanmu berusaha dan mengusahakan sesuatu hanya agar kesuksesan itu menjadimasuk akal dan logis untuk kau dapatkan.

Bukankah kau lebih suka sesuatu yang logis? Allah sungguh tahu apa yang kau suka. Makanya dia menyuruhmu melogiskan apa yang kau minta.

Ketika ada orang yang minta jadi pandai tapi nggak mau belajar, nanti jika Allah ngasih kepandaian itu jadi tidak masuk akal kan buatmu? Allah sangat mengerti kamu kawan
.
Untuk itu kawan, mereka yang percaya akan kekuatan doa akan selalu berbuat kebaikan, sekecil apapun itu, karena dengan berbuat baik maka akan semakin banyak manusia mendoakanmu.

Dan engkau jangan pernah khawatir kawan, jika kau berbuat baik dan tidak ada seorang pun yang melihat kebaikanmu itu, tenang saja, masih banyak malaikat yang peduli dan melihatmu, dan mereka akan mendoakanmu untuk kebaikanmu pula.

Eh sudah dulu ya, aku dipanggil temenku tuh mau di ajak beli sepatu. Oh ya  lupa, ini kertas buatmu...
.....

Dan kertas itu pun di buka oleh laki-laki yang sejak dari tadi mendengarkan.
PERBANYAKLAH DOAMU DAN KEBAIKANMU KARENA ITU PENENTU KESUKSESANMU, TAPI JANGAN LUPAKAN USAHA MAKSIMALMU UNTUK MEMBUAT KESUKSESAN YANG KAU DAPAT NANTINYA MENJADI SESUATU YANG LOGIS.

-bincang-bincang di akhir perkuliahan termodinamika

Rabu, 16 April 2014

Sudut Pandang



Disuatu suatu sore yang cerah, ditemani siluet mentari dengan warna kemerah-merahan. Ihrom memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri pantai impian yang berjarak kurang lebih 20km dari tempat tinggalnya.

 Sebenarnya kedatangan Ihrom hari itu bukanlah suatu perkara yang begitu penting memang. Ia berusaha ‘menghabisi’ waktu untuk menunggu berbuka dengan sedikit menikmati indahnya pantai yang telah lama terlupa akibat jeratan pekerjaan yang tidak kunjung memiliki waktu jeda. Yap, sebuah perjalanan dimana orang-orang sekarang lebih enak menyebutnya dengan sebutan ‘ngabuburit’. Tak tahu dari bibir siapa kata itu pertama kali terucap. Yang jelas kata itu akan selalu menjadi trend di kala bulan puasa penuh suka-cinta mampir dalam hari-hari dunia.

Kicauan burung camar yang saling bersaut-sautan dan juga deburan ombak yang gulungannya saling susul menyusul bak seorang anak kecil yang mengejar kawan ‘jahat’ yang tega menjahilinya. Membuat Ihrom terbenam dalam perasaan takjub hingga ia melupakan apa yang dari tadi mengganggu dan berdendang merdu dalam perutnya. Rasa Lapar

                Langkah demi langkah ia gerakan ditepian pantai. Sebuah kilatan cahaya sedikit menusuk pandangannya. Semakin ia dekati, maka semain tajam tikuman dari kilau itu. Dibuka dan disingkirkan batu batu kerikil yang menghalanginya. Sebuah Permata. Pemata seukuran kelereng yang biasa ia mainkan di kala kecil dulu.


Tinggal Geser Bangkunya

‘Lana sayang, kau masih ingat cerita Ihrom dan permata itu? Maukah kau ku ceritakan dongeng lanjutan kemarin?

Tanpa dimintapun si Lana mengangguk mantap. Sebenarnya pertanyaan si kakek juga tidak membutuhkan jawaban. Bagaimana Lana  akan lupa kalau cerita Ihrom saja baru kemarin ia dengar dari kakeknya. Dan mengenai maukah si Lana mendongengkan cerita selanjutnya tidak perlu ditanya lagi. ia pasti berminat dan langsung duduk manis sambil memasang wajah penasaran. Agak gemas memang, gadis sekecil sudah ingin mengetahui banyak hal.

‘Kakek hari ini mau cerita apa kek?’ tampak wajah tenang dari si kakek membuat Lana yakin bahwa si kakek sudah menyiapkan segalanya. Namun apa yang dikatakan si kakek? Tak disangka, Ia justru menanyakan Lana ingin mendengar cerita tentang apa. Wow, apakah memang si kakek bisa mengarang cerita sehebat itu?